Kapal perintis merupakan andalan transportasi antar pulau di Sumatera. Keberadaan kapal ini sangat membantu mobilitas warga dari satu pulau ke pulau lainnya. Meskipun minim perangkat keamanan, banyak warga tetap memilih menggunakan jasa kapal ini.
Oleh Donny Rachmansjah, Arif Faturohman dan Fajar A.M
Simuk merupakan pulau kecil terluar yang berada di Kepulauan Nias. Keterbatasan infrastruktur tak menjadikan masyarakat pulau ini menyerah begitu saja.Perlahan mereka membenahi infrastruktur wilayah mereka sendiri. Kopra sebagai komoditas pulau ini telah berhasil menciptakan relasi buruh dan majikan yang harmonis.
Dahulu pulau ini merupakan pulau dengan pelabuhan besar di Aceh. Namun bencana Tsunami mengubah pulau ini menjadi nyaris tak berpenghuni. Hanya ada satu kepala keluarga yang hingga saat ini tetap memutuskan untuk tinggal disini.
Masyarakat setempat menyebut pulau ini dengan sebutan Batu Berantai. Namun menurut UU Kelautan, pulau ini bernama Batu Berhanti. Meskipun hanya berupa bebatuan pulau ini cukup unik, karena tak pernah tenggelam sewaktu pasang.
Oleh Fajar A.M, Jiwa Palamarta, dan Arif Faturohman
Akhirnya kami tiba di Bengkulu. Perjalanan memakan waktu limabelas jam dengan menggunakan bus. Tujuan kami adalah Pulau Enggano, Sebuah pulau terluar di Provinsi Bengkulu.