a
Halaman Utama
Friday, 10 September 2010
 
 
Distribusi Hasil Laut Terkendala Transportasi di Anambas
Friday, 25 July 2008

Image

Pendataan di dua desa di pulau kecil terluar sudah dilakukan Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara. Desa Siabu di pulau Tokongmalangbiru, dan desa Telaga di pulau Tokongnanas. Lagi lagi masalah transportasi masih menjadi kendala di pulau pulau tersebut.

Semenjak hari rabu (23/7) Tim melakukan pendataan. Desa Siabu adalah desa pertama yang didata oleh Tim Ekspedisi. Di Siabu, mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan. Mereka sepenuhnya tergantung pada hasil laut. Namun distribusi ikan terganggu karena transportasi.

“Tak ada penyedia layanan transportasi antar pulau disini, transportasi menggunakan perahu pompong” Ujar Jimi, Ketua Tim, Melalui telepon.

Perekonomian masyarakat desa Siabu sangat tergantung kepada pulau Tarempa. Hasil laut mereka biasanya dijual ke pulau ini. Tarempa merupakan pusat perekonomian di Kepulauan Anambas. Namun tak adanya penyedia sarana transportasi membuat perjalanan ke pulau ini sangat lama.  Perjalanan membutuhkan waktu 5,5 Jam.

Dengan waktu tempuh yang lama, tentu bahan bakar yang diperlukan lebih banyak. 15 liter solar dihabiskan untuk menjual hasil laut ke Tarempa. Parahnya tak setiap saat persediaan solar tersedia. Jika terjadi kelangkaan solar sangat mahal, mencapai Rp 12.000 per liter. Hal ini jelas mengurangi pendapatan mereka.

Perahu pompong merupakan perahu kecil berukuran 1x6 meter. Di Anambas dan Kepulauan Riau perahu ini banyak ditemukan. Perahu ini menjadi andalan transportasi sehari hari penduduk Anambas.

Tim Ekspedisi hari ini, Jumat (25/7) berada di Pulau Matak. Rencananya mereka akan bertemu dengan dua orang Tim lainnya besok malam. Banyaknya pulau pulau kecil terluar memaksa Tim dipecah menjadi dua. Anambas merupakan perjalanan terakhir Tim Ekspedisi menelajah Sumatera.  

 

 
< Prev   Next >
 
Top! Top!