a
Halaman Utama arrow Features arrow Potensi Tersembunyi Batu Berantai dan Belakang Padang
Friday, 10 September 2010
 
 
Potensi Tersembunyi Batu Berantai dan Belakang Padang
Monday, 04 August 2008
Image

Oleh Donny Rachmansjah

Masyarakat setempat menyebut pulau ini dengan sebutan Batu Berantai. Namun menurut UU Kelautan, pulau ini bernama Batu Berhanti. Meskipun hanya berupa bebatuan pulau ini cukup unik, karena tak pernah tenggelam sewaktu pasang.

 

Disaat air laut tenang, rangkaian karang nampak seperti untaian rantai dibawah laut. Masyarakat Melayu sekitar wilayah tersebut mengenal sebuah legenda tentang Batu Berantai tersebut. Konon dimasa lalu diwilayah yang kini menjadi Singapura ada sebuah kedatukan melayu. Suatu ketika pulau itu di serbu oleh ikan todak (cucut) yang sering meloncat dari laut dan menusuk manusia yang ada dipantai.  Seluruh pulau itu panik dan tak tahu harus berbuat apa. Sampai muncul seorang anak yang mengusulkan memasang batang pisang sepanjang pantai yang diserang todak. Ternyata itu berhasil ikan todak tersangkut dibatang pisang dan akhirnya ikan-ikan itu tak pernah menyerang lagi.

Keberhasilan itu menjadikan si anak orang yang terkenal dan dihormati. Saking terkenalnya sampai sang datuk pun merasa terancam oleh popularitasnya. Diam-diam suatu malam si anak ditangkap, dirantai dan dibuang ke tengah laut. Tempat pembuangan itu kini tersisa rantai yang menjadi karang ditengah laut, itulah yang disebut Batu berantai.

Pulau Batu Berantai merupakan Gosong karang yang tak pernah terendam sewaktu pasang. Selain karang yang muncul dipermukaan,  karang tersebut merupakan rangkaian karang memanjang yang sebagian besar ada dibawah permukaan laut.

Pulau Batu Berantai masuk dalam wilayah kelurahan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini merupakan titik dasar yang menjadi batas wilayah hukum NKRI. Belakang Padang merupakan pelabuhan yang ramai, ia menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di sekitar pulau-pulau kecil di bagian Timur Kota Batam. Bahkan pangkalan Angkatan Laut pun dahulu ada disitu sampai kemudian dipindah ke Sekupang Batam.

Di Belakang Padang pula terdapat SMP dan SMA bagi anak-anak sekitar kecamatan Tanjung sari. Ruangan kelas sekolah sekolah di Belakang Padang sangat layak untuk aktivitas belajar mengajar. Berjalan kaki atau bersepeda dilakukan anak anak untuk mencapai sekolah mereka.  Pengajar disini pun cukup lengkap, tak ada guru yang mengajar di dua kelas sekaligus.

Penduduk Belakang Padang sebagian besar  merupakan suku Melayu dan Bugis. Konon para pelaut Bugis merupakan suku pertama yang membuat dermaga nelayan disana. Lambat laun, Belakang Padang menjadi pelabuhan dan pusat perdagangan di wilayah itu.

Sebagai kota pelabuhan, Belakang Padang menerima pendatang dari berbagai tempat. Belakang Padang kini banyak dihuni beragam suku dan profesi, walaupun disana tidak ada kendaraan roda empat, motor, sepeda dan becak menjadi transportasi darat yang memadai . Perahu ‘pompong’ sebagai moda angkutan antar kota dan desa diantara daerah kepulauan tersebut cukup efektif. Perahu bermotor tersebut biasanya bisa mengangkut enambelas penumpang dengan biaya Rp 10.000,0 sekali jalan.

Sebagian besar penduduk di Belakang Padang hidup sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan dengan pancing tunggal atau rawai. Wilayah jelajah para nelayan Belakang padang bisa sampai ke perairan Singapura.

Disekitar batu Berantai merupakan daerah tangkapan ikan karang yang kaya. Walaupun kini wilayah itu cukup beresiko bagi nelayan-nelayan yang berperahu kecil, seputar tempat itu merupakan daerah lalulintas kapal-kapal dagang dan tanker besar. Kapal-kapal besar biasanya tidak terlalu peduli dengan perahu kecil nelayan mereka cukup membunyikan terompet kapal dan mengharap kapal nelayan menghindar dari lintasan mereka.    

Penduduk Belakang Padang mayoritas beragama Islam. Namun disana juga ada Gereja dan Wihara yang menunjukan kehadiran masyarakat Nasrani dan Budha/kong hucu. Toleransi dan kehidupan beragam terjalin sangat baik disini. Kesenian masyarakat Melayu seperti rebana, dzikir barat dan mak yong biasanya ditampilkan saat-saat kenduri dan acara-acara keluarga seperti perkawinan, kelahiran dan sunatan.

Image

Permainan rakyat Melayu yang populer adalah Gasing, di sana sebuah arena yang dibangun khusus berukuran 10x15m biasanya secara rutin menampilkan permainan adu gasing. Namun sejak sang pendiri arena itu meninggal aktifitas di arena itu menjadi jarang.

Arena Gasing didirikan oleh Datuk Setia Amanah. Beliau merupakan pelestari permainan gasing di Kota Batam. Gasing Batam berbeda bentuk dari kebanyakan gasing yang ada di pulau Jawa. Gasing Batam berbentuk bulat dan lebar, dengan pangkal yang pendek dan bundar.  

Pesta rakyat biasanya dilakukan saat peringatan 17 agustusan. Perayaan kemerdekaan Indonesia itu diramaikan oleh berbagai pertunjukan kesenian masyarakat dan lomba perahu dayung tradisional. Lomba perahu Garuda adalah sebutan yang mereka pakai untuk membedakan dengan lomba perahu Naga di Riau Daratan. Lomba tersebut biasanya banyak diikuti peserta dari Malaysia dan Singapura selain perahu-perahu dari masyarakat Riau Kepulauan.

Dengan sumber daya alam yang kaya dan budaya yang beragam, harusnya pengembangan pariwisata di Kepulauan Riau ini ditingkatkan menjadi lebih baik. Pelibatan masyarakat pun wajib dilakukan agar mereka berdaya dan bisa merasakan langsung penghasilan dari daerah yang selama ini mereka tinggali.  

 

 
< Prev   Next >
 
Top! Top!