| Pulau Semiun Marak Perburuan Telur Penyu |
| Saturday, 16 August 2008 | |
|
Keberadaan pulau pulau kecil di kepulauan merupakan tempat yang aman bagi penyu untuk bertelur. Pulau Semiun termasuk salah satunya. Namun, Disana Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara menyaksikan sendiri gencarnya perburuan telur penyu yang dilakukan penduduk sekitar pulau Semiun. Senin (11/8), Tim Ekspedisi tiba di pulau Semiun. Pulau ini adalah pulau tak berpenghuni di Kepulauan Natuna dan termasuk dalam 92 Pulau Terluar. Letaknya yang jauh dan berada di gugusan Kepulauan pulau pulau Laut, membuat banyak penyu hijau (Chelonia Mydas) memilih bertelur di pulau ini. Namun, letaknya yang jauh tak menjadikan telur penyu aman dari ancaman predator. Manusia bahkan menjadi ancaman serius bagi populasi penyu hijau. “Banyak penduduk yang datang dari pulau Seranau dan pulau Sedanau hanya untuk mengambil telur penyu” Ujar Haris Mulyadi, Ketua Tim Kapal. “Bahkan, mereka menjadikan berburu telur penyu sebagai mata pencaharian utama” Tambahnya. Haris menyatakan, para pemburu telur penyu itu merupakan orang suruhan seseorang di pulau Sedanau. Orang tersebutlah yang memberi modal selama melakukan perburuan untuk keperluan bahan bakar dan biaya hidup. “Dalam satu bulan, mereka harus menyerahkan uang sebesar Rp 8 Juta” Ujarnya. Satu ekor penyu hijau bisa bertelur antara 60 sampai 150 butir. Sedangkan satu butir telur penyu dihargai Rp.1000 oleh pemilik modal. Dalam seminggu di pulau ini bisa ditemukan tiga atau empat ekor penyu hijau bertelur. Hal ini disinyalir menjadi faktor gencarnya perburuan telur penyu hijau di Semiun.. Penyu Hijau adalah hewan yang dilindungi dan masuk dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Penyu Hijau mempunyai peran penting sebagai penyeimbang ekosistem laut. Hama berupa benalu di padang lamun (seagrass) adalah makanannya. Pulau Semiun adalah pulau berbukit dengan tebing berbatu. Tingkat kesuburan tanah pulau ini cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pepohonan yang tumbuh di pulau ini. Nangka, mangga, jambu air, dan cengkeh tumbuh subur di Semiun. Fasilitas mercusuar sudah ada di pulau Semiun. Keberadaanya cukup membantu navigasi laut. Namun, pulau ini tak ditemukan pos mercusuar. Satu orang penjaga mercusuar tinggal di bedeng kayu milik nelayan yang singgah. Selain itu, tak ada petugas Marinir yang berjaga di pulau ini. Saat ini, Sabtu (16/8), Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara berada di Teluk Ranai, pulau Natuna Besar. Tim beristirahat sebelum melakukan perjalanan ke pulau Senoa. Selain pulau Semiun, sebelumnya Tim sudah melakukan pendataan dan pemasangan prasasti pulau terluar di pulau Sebetul dan Sekatung.
|
| < Prev | Next > |
|---|








