| Maratua Belum Tersentuh Penerangan |
| Wednesday, 03 June 2009 | |
|
Rabu (3/6), Pendataan yang dilakukan oleh Tim Nusa Antara I menemukan beberapa fakta yang membuat miris. Salah satunya adalah belum adanya aliran listrik yang menerangi desa desa disana. Selain itu, hanya ada satu desa yang mempunyai sumber air bersih yang menjadi tumpuan satu satunya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari hari. Tim Nusa Antara I menjelajahi dan mendata Pulau Maratua selama empat jam. Tercatat ada empat desa yang didata oleh Tim disana yaitu, Teluk Alulu, Bohe Bukut, Bohe Silian dan Payung Payung. Keempat desa tersebut memiliki sejarah dan keanekaragaman budaya yang unik, namun sayangnya masyarakat disana sering mengeluh karena ketiadaan listrik yang menerangi desa desa disana. “Keempat desa disini belum teraliri listrik” Ujar Haris Mulyadi, Ketua Tim Nusa Antara I ketika dihubungi melalui pesawat telepon. “Selama ini masyarakat memenuhi kebutuhan listrik dari perangkat genset” Katanya. Haris menambahkan, Semua desa di Maratua hanya terpenuhi kebutuhan listrik hanya 5 jam saja. Ini berlaku dari pukul 6 petang sampai pukul 11 malam. Keluhan masyarakat adalah besarnya harga yang dikeluarkan untuk penerangan. Untuk menghidupkan genset 5 jam saja, dibutuhkan 5 liter solar. Jika harga satu liter solar Rp8000 masyarakat Maratua harus mengeluarkan uang Rp 40000 sehari untuk penerangan. Hal ini terasa berat bagi mereka. Selain listrik, hal lain yang menjadi masalah di Maratua adalah air bersih. Bohe Bukut, adalah satu satunya desa yang mempunyai sumber air bersih disana. Tak ayal, desa ini menjadi serbuan warga desa lain untuk mengambil air bersih. Jarak seringkali jadi keluhan warga, namun tak ada yang bisa dilakukan lagi selain tetap mengambil air di Bohe Bukut. Sebetulnya Pulau Maratua mempunyai banyak potensi wisata yang patut dikembangkan. Bentuk pulaunya sendiri unik, seperti huruf U yang terbalik dengan banyak pulau pulau kecil di tengahnya. Konturnya landai dengan pasir putih menghampar di sepanjang sisinya dengan air berwarna biru kehijauan yang menyejukkan mata. Namun sayang semua potensi itu belum terkelola dengan baik. Tim Nusa Antara II terdiri dari Haris Mulyadi, Deni Sambas, Didi Sugandi, Jimmy Sisca, dan Yudi Barkah. Pendataan di Maratua dilakukan selama dua hari. Jika sesuai dengan jadwal, esok Tim akan memulai penjelajahan dan pendataan ke Pulau Sambit. |
| < Prev | Next > |
|---|







