| Tim Nusa Antara II Selesai Mendata Pulau Manterawu |
| Monday, 22 June 2009 | |
|
Rabu (17/6), Tim Nusa Antara II berhasil melakukan pendataan di Pulau Manterawu. Di pulau yang termasuk wilayah Taman Nasional Bunaken ini, Tim mendata empat desa yang berada disana. Perjalanan menuju Pulau Manterawu dimulai dari Menado. Dengan menggunakan perahu, perjalanan memakan waktu 2 jam. Donny Rachmansjah, Anggota Tim Nusa Antara II mengatakan Pulau Manterawu dihuni sejak tahun 1896 oleh orang orang Gorontalo. Namun saat ini mayoritas penduduk datang dari Sangir. Pulau Manterawu berupa karang dengan kontur datar. Sekeliling pulaunya ditumbuhi pohon Bakau untuk mencegah abrasi. Pulau Manterawu terjaga dengan baik, karena statusnya sebagai bagian dari Taman Nasional Bunaken. Tim Nusa Antara II mendata empat desa yang terdapat di Pulau Manterawu. Keempat desa itu adalah Tinongko, Dango, Bunia dan Tangkasi. Terdapat jalan pengubung antar keempat desa tersebut berupa beton. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Selain berpenduduk, Fauna Pulau Manterawu termasuk beragam. Tercatat Tarsius (Tarsius Syrichta), Kuskus (Nycticebus Coucang), Rusa (Axis Axis), Maleo (Macrochephalon Maleo), Nuri (Lorious Lory), dan Kakatua ( Cacatua Sulphurea). Vegetasi Manterawu pun cukup beragam, mulai dari semak hingga tanaman keras. Tugas terakhir di Manterawu, yaitu pemasangan prasasti pulau terluar dan pendokumentasian patung Soekarno Hatta dilakukan Tim Nusa Antara II. Tim pun dibagi menjadi dua, Sebagian Tim melakukan pemasangan prasasti dan pendokumentasian patung Soekarno Hatta. Sedangkan sebagian lagi ikut dengan patroli air setempat untuk mendokumentasikan pulau dari luar dengan menggunakan perahu POLAIRUD. Pulau Manterawu berada di utara Kota Menado. Masyarakat setempat menyebut pulau ini dengan Pulau Mantehage. Luas pulau ini kurang lebih 20, 7 Km persegi. |
| < Prev |
|---|









