| Dokter dan Perawat ikut Pasang Prasasti Pulau Kawio |
| Thursday, 02 July 2009 | |
|
Jumat (3/7), Pendataan dan penjelajahan di empat pulau terdepan Provinsi Sulawesi Utara akhirnya tuntas dilakukan. Meski terkendala transportasi, Tim Nusa Antara I berhasil menyelesaikan tugas pendataan di keempat pulau terdepan tersebut. Di Pulau Kawio, Dokter dan perawat turut serta dalam pemasangan prasasti pulau terdepan. Penjelajahan dan pendataan pulau terdepan telah dilakukan Tim Nusa Antara I di Pulau Kawio, Pulau Batubawaikang, dan Pulau Marore. Sebelumnya, Tim Nusa Antara I melakukan pendataan di Pulau Kawalusu. Pulau Kawalusu adalah pulau pertama yang dicapai Tim Nusa Antara I. Pendataan dan penjelajahan pulau dilakukan selama dua hari. Pulau Kawalusu merupakan pulau berpenduduk yang berada di utara Kepulauan Sangihe. Penduduknya berjumlah 607 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Penduduk Pulau Kawalusu menjual komoditasnya ke Tahuna, Ibukota Kepulauan Sangihe. Ikan dan kelapa adalah dua komoditas yang sering diperdagangkan penduduk. Tak jarang Filipina juga menjadi tempat aktivitas ekonomi penduduk karena jaraknya yang berdekatan. Pendataan kedua dilakukan di Pulau Batubawaikang. Pulau ini hanya berupa batukarang yang ditumbuhi vegetasi liar dan tak berpenduduk. Di pulau ini tim menjelajah dan memasang prasasti pulau terdepan. Pulau ketiga yang didata tim adalah Pulau Kawio. Dari Pulau Marore, Tim Nusa Antara I berangkat menggunakan perahu menuju Pulau Kawio. Dalam pendataan dan pemasangan prasasti di Pulau Kawio, Dokter Arifin, dua orang perawat dan Kepala Desa Kepulauan Marore ikut memasang prasasti pulau terdepan. “Dokter Arifin bertugas di Puskesmas Pulau Marore, Namun setiap tanggal 5 atau tanggal 10 setiap bulan mereka membuka pos bantuan medis rutin di Pulau Kawio” Ujar Jimmy Sisca, Anggota Tim Nusa Antara II saat dihubungi melalui pesawat telepon. Dokter Arifin berasal dari Palembang dan sudah lama bertugas di Puskesmas Pulau Marore. Pulau Marore dan Pulau Kawio adalah dua pulau yang sering dikunjungi dokter Arifin untuk memberikan bantuan pengobatan kepada penduduk. Letak Pulau Kawio berdekatan dengan Pulau Marore, Bahkan secara administratif Pulau Kawio masuk dalam kecamatan Kepulauan Marore. Penduduk Pulau Marore bermata pencaharaian sebagai nelayan dan pedagang. Jumlahnya sekitar 600 an jiwa. Interaksi mereka dengan warga negara Filipina sering dilakukan. Terlebih banyaknya keluarga mereka yang bekerja disana atau bekerja di Filipina. Aktivitas ekonomi juga sering dilakukan dengan warga negara Filipina. Setelah melakukan pendataan dan penjelajahan di keempat pulau terdepan di utara Kepulauan Sangihe, Tim Nusa Antara I kembali menuju Tahuna untuk beristirahat. Setelah dari Tahuna, Tim Nusa Antara I akan kembali berangkat menuju Pulau Sophialouisa, Nusa Tenggara Barat untuk memulai pendataan. |
| < Prev | Next > |
|---|







