| Lontar, Andalan dan Tradisi Masyarakat Pulau Sawu |
| Wednesday, 22 July 2009 | |
|
Rabu (22/7), Tim Nusa Antara selesai melakukan pendataan di Pulau Sawu, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini merupakan pulau terakhir sebelum pulau terdepannya, Pulau Dana Sawu. Di Pulau ini, Tradisi lontar sangat erat dengan masyarakatnya. Hal itu dikatakan oleh Haris Mulyadi, Ketua Tim Nusa Antara I saat selesai melakukan pendataan di Pulau Sawu, Nusa Tenggara Timur. “Dibandingkan kelapa, Kami lebih banyak menemukan pohon Lontar disini.” Katanya. Haris memaparkan, Masyarakat Sawu memang mengandalkan hasil pertanian. Salah satunya adalah Lontar. “Hasil dari Lontar sangat banyak, dari mulai atap rumah, payung, perkakas, nira, gula lempeng, hingga minuman tradisional” Tambahnya. Ekonomi Pulau Sawu dan Nusa Tenggara Timur umunya memang digerakkan oleh hasil olahan Lontar. Selain Lontar, Hasil pertanian Pulau Sawu ditopang oleh pemanfaatan kelapa dan padi. Kecamatan Sawu Timur adalah penghasil padi terbanyak di Pulau Sawu. Hasil pertanian masyarakat Sawu umunya dijual ke kota. Setelah dimekarkan menjadi Kabupaten Sawu Reijua, Aktivitas ekonomi Pulau Sawu memang terlihat mengalami peningkatan. Selain itu, Kota kota lain sering menjadi tempat tujuan penjualan komoditasnya, seperti Sumba Timur dan Kupang. Tradisi pemanfaatan Lontar juga dapat dilihat dalam penyelenggaraan upacara adat. Disini alat alat dan aksesoris yang digunakan banyak yang berasal dari pohon Lontar. Setelah melakukan pendataan di Pulau Sawu, Tim Nusa Antara I dijadwalkan menuju pulau terdepan, Pulau Dana Sawu. Namun, Cuaca buruk menghadang Tim menuju kesana. Perairan Laut Sawu dan Selat Raijua memang terkenal dengan ombaknya yang besar serta terdapat pusaran arus diantaranya. Jika cuaca membaik, Kamis (23/7) sore Tim akan langsung bertolak menuju Pulau Dana Sawu. |
| < Prev | Next > |
|---|







