| Off-Road Menuju Kui |
| Saturday, 01 August 2009 | |
|
Sabtu (1/8), Pendataan dan penjelajahan Tim Nusa Antara II berlanjut di Pulua Alor. Kui, menjadi sasaran pendataan pertama di Alor. Dalam perjalanan menuju Kui, Tim Nusa Antara II harus menggunakan mobil berpenggerak empat roda karena medannya cukup berat. Tim Nusa Antara II berangkat pukul 07.30 WITA menuju Kui, Ujung Selatan Alor. Menuju Kui, medan yang dilalui cukup berat. Topografi wilayah Alor umunya bergunung-gunung, berbukit bukit, diselang selingi dataran dataran rendah dan padang padang sabana. Mobil berpenggerak empat roda menjadi satu satunya kendaraan yang mampu melibas medan tersebut. Dalam perjalanan, Tim Nusa Antara II melihat bentangan alam Pulau Alor melalui mobil yang mereka tumpangi. Bahkan Tim Nusa Antara II sampai lima kali menyeberangi sungai untuk menuju Kui. Di Kui, Tim mendata sebuah Mesjid tua yang berada disana. Mesjid At Taqwa Lerabaing berdiri pada tahun 1639. Mesjid ini berstatus sebagai bangunan bersejarah dan dilindungi oleh Undang Undang Cagar Budaya. Banyak beberapa peninggalan Kerajaan Islam Kui yang dapat ditemukan, Diantaranya makam makam raja Kui beserta panglima perangnya serta sebuah mimbar di Mesjid tersebut. Islam merupakan agama yang masuk pertama kali ke Pulau Alor pada Abad 16 Masehi bersamaan dengan kejayaan Kesultanan Ternate. Iang Gogo adalah salah satu penyebar Islam di pulau ini bersama kelima saudaranya. Selesai mendata, Tim Nusa Antara II menyempatkan untuk menunaikan shalat disana. Selain ditemukan mesjid tua di Kui, Tim Nusa Antara II mendata kubur batu, menemui Raja Mrabur dari Suku Gunung, mendata perkampungan Suku Nelayan Buraga, dan mendata rumah adat Makainwat. Hari ini, Sabtu (1/8) Tim Nusa Antara II berada di Kupang. Di Ibukota Nusa Tenggara Timur ini Tim Nusa Antara II menyiapkan keberangkatan untuk mendata Pulau Batek. Pulau Batek adalah pulau terdepan yang berada di Utara Pulau Timor yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. |
| < Prev | Next > |
|---|








